hijrah nggak melulu tentang jadi syar’i
Dulu, aku mikir, kalo aku belum jadi syar’i itu artinya aku belum jadi versi terbaik dari diriku sendiri, endingnya, ngebuat aku selalu ngerasa rendah dalam segi agama, padahal masih banyak parameter untuk menjadi baik kan? karena hijrah itu sendiri punya banyak makna.
Let’s start with the definition.
Hijrah berasal dari Bahasa Arab yang berarti ‘meninggalkan,
menjauh dari sesuatu, dan berpindah tempat’
Sebenernya hijrah itu ada dua macam,
hijrah makaniyah (berpindah tempat) dan hijrah maknawiyah (perubahan diri
menjadi lebih baik untuk dapat ridha Allah Swt.)
Yang bakal aku bahas lebih lanjut lagi adalah hijrah maknawiyah, karena kalo hijrah yang makaniyah kan cuman sekedar pindah tempat gitu ajaa.
Nah, hijrah maknawiyah ini dibagi lagi menjadi empat
kategori, yaitu:
1. hijrah i’tiqadiyah (hijrah keyakinan)
Ketika seseorang mencoba meningkatkan keimanannya.
2. hijrah fikriyah (hijrah pemikiran)
Ketika seseorang kembali mengkaji pemikiran berdasarkan
tuntunan agama agar tidak ada lagi pemikiran sesat dalam dirinya.
3. hijrah syu’uriyyah (hijrah penampilan)
Ketika seseorang merubah cara berpakaian in
daily-life agar sesuai dengan syariat agama.
4. hijrah sulukiyyah (hijrah kepribadian)
Ketika seseorang mengubah kebiasaan buruk
menjadi kearah yang lebih baik.
Dari sini, udah sedikit terbuka kan ya, kalo
hijrah itu ngga melulu tentang jadi syar’i kayak judul yang aku tulis ini. Jadi, seseorang
bisa dikatakan hijrah jika ada yang di tinggalkan dan ada yang dijadikan
tujuan. Harus ada before-after nya gituu.
Tapi, before-after ini nggak hanya sekedar
berubah ala kadarnya. Hijrah yang dimaksud disini memiliki arti untuk
menjadikan diri kita lebih baik lagi dari segi agama dan norma yang ada.
So the point is, ketika kamu belum konsisten untuk berpakaian syar’i bukan berarti ilmu agamamu jauh dibawah yang seharusnya kok.
Ketika kamu belum berhijab, terus jadi berhijab itu juga udah dikatakan hijrah, ga harus langsung pake gamis, perubahan ga harus se-signifikan itu, karena kita tau semua itu butuh proses dan waktu.
It's
up to you, believe or not, tapi kalo kalian sadar, sesuatu yang dilakukan
secara cepat, secara terburu-buru hampir besar kemungkinan kita nggak akan konsisten
melakukan hal itu. is it right for you?:)
Yaa meski, at the end, yang paling baik adalah ketika kita bisa memenuhi keempat kategori dari hijrah yang aku sebut tadi. Tapi, bukan berarti, ketika kamu belum mencapai salah satu poin kategori dari hijrah maknawiyah membuat kamu merasa buruk dalam segala sisi. Inget, Allah maha mengasihi, tapi jangan jadikan ini tameng pembelaan diri:)
Ketika aku nulis ini, aku tau, aku masih banyak salah, masih banyak segala aspek dalam diriku yang perlu diperbaiki lagi, yuk kita berbenah bareng-bareng, saling mengingatkan bukan saling menjatuhkan.
Aku tau masih ada satu atau dua atau mungkin beberapa kategori dari hijrah maknawiyah yang belum aku lengkapi, tapi aku nulis ini untuk sekedar mengingatkan lagi, bahwa kita-kita ini pasti selalu berprogress untuk memperbaiki diri. Jangan sampai, kita lupa mengapresiasi diri sendiri atas segala usaha yang telah kita lakukan yaa!
The last but not least, jangan lupa, "hidayah itu dicari, bukan dinanti" karena Allah sangat menyanyangi hamba-hamba nya yang mendekatkan diri kepada-Nya. Kayak dalam Al-Qur'an surat at-Taubah ayat 20 yang artinya, "Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah, dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan."
Sampai sini dulu yaa, see u on the next post!<3
Salam sayang.
Salam sayang jugaaa 🤗🤗
BalasHapuspls keep writing!💙
BalasHapusLangkah yg baik Fin menuliskan keresahamu
BalasHapusBenar katamu, hijrah sama sekali bukan ttg pakaian.
Bagiku hijrah yg terpaut hny dari pakaian cuma gerakan simbolik. Hanya lipstik sj, kalau dirunut ini adalah komidifikasi agama.
Hijrah cuma bhs arabnya pindah kok, nggak ada hubunganya dgn pakaian sama sekali. Pindah berarti dari satu titik ke titik lain.
Titik awal itu dirimu ( dgn segala pola pikir dan apa apa yg dipahami) ke titik lain, yaitu sesuatu yg kamu imajinasikan hal hal terbaik yg diinginkan ada di dlm dirimu.
Kadang itu menipu kok, karena hijrah dipahami pergi ke arah tertentu, bukan pencarian yg membuka sesuatu baru. Pencarian yg terus menerus, selama rentang usia.